UPI YPTK MENJADI TUAN RUMAH SEMINAR NASIONAL APTISI WILAYAH X-A

Selasa, 29 Januari 2019

APTISI Wilayah X-A Sumbar Gelar Seminar Nasional Revolusi Industri 4.0: Tantangan atau Ancaman Bagi Perguruan Tinggi Indonesia

Padang, Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTSI) Wilayah X-A Sumatera Barat menggelar Seminar Nasional Revolusi Industri 4.0: Tantangan atau Ancaman Bagi Perguruan Tinggi Indonesia di gedung UPI Convention Center Universitas Putra Indonesia (UPI) YPTK Padang, Sabtu (26/1) kemarin.

Hadir pada Seminar Nasional tersebut Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Komputer (YPTK) sekaligus Ketua APTISI wilayah X-A Sumbar Herman Nawas beserta istri Dr. Zerni Melmusi, Ketua Panitia sekaligus Sekretaris APTISI Wilayah X A Sumbar Prof. Dr. Novirman Jamarun, M.Sc., Rektor UPI YPTK Padang Prof. Dr. Sarjon Defit, S.Kom, M.Sc., Wakil Rektor UPI YPTK Padang, Dekan se-Fakultas UPI YPTK Padang, dan Dosen UPI YPTK Padang.

Pemateri Seminar Nasional berbagai akademisi mulai dari Direktur Pengembangan Kelembagaan Perguruan Tinggi KemenristekDikti Dr. Ir. Ridwan M.Sc, Kepala LLDIKTI Wilayah X Prof. Herri, MBA, dan Ketua Umum APTIKOM Pusat Prof. Ir. Zaenal A. Hasibuan, MLS, Ph.D.

Direktur Pengembangan Kelembagaan Perguruan Tinggi KemenristekDikti Dr. Ir. Ridwan M.Sc, menyampaikan seminar nasional yang digelar membahas tentang langkah dan upaya Perguruan Tinggi Swasta Indonesia dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0

"Seminar Nasional yang kita gelar bertujuan untuk membahas bagaimana langkah dan upaya perguruan tinggi terutama swasta ke depan agar tetap eksis dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0 ini," ujarnya.

Ridwan menambahkan perguruan tinggi swasta dalam menghadapi tantangan atau ancaman era Revolusi Industri 4.0, mesti melakukan berbagai perubahan agar tetap eksis.

"Jika ingin tetap eksis perguruan tinggi swata harus melakukan perubahan-perubahan di perguruan tinggi swasta tersebut, seperti metode mengajar dosen harus lebih berbasis IT, dan kualitas dosen mesti ditingkatkan, jika tidak, perguruan tinggi tersebut bisa mengalami colaps. Oleh karena itu, mudah-mudahan dengan adanya Seminar Nasional ini, perguruan tinggi swasta yang ada di wilayah X-A Sumbar bisa tetap eksis dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0 ini," imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala LLDIKTI wilayah X, Prof. Herri, MBA, menambahkan bahwa revolusi industri merupakan sebuah proses perubahan menuju kehidupan yang lebih cepat, tepat, nyaman sekaligus memerlukan penyesuaian.

"Terjadinya perubahan karena Revolusi Industri 4.0 dengan segala instrumen yang ada seperti internet of think, artificial intelligent, dan lain sebagainya itu sehingga menuntut perguruan tinggi untuk melakukan penyesuaian diantaranya penyesuaian lecturer spesification (spesifikasi dosen) untuk membentuk kompetensi mahasiswa. Selanjutnya, manajemen dan leadership sebuah perguruan tinggi juga harus disesuaikan dengan adanya perubahan teknologi," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Komputer(YPTK) sekaligus Ketua APTISI Wilayah X-A Sumbar, Herman Nawas menyatakan bahwa Seminar Nasional Revolusi Industri 4.0: Tantangan atau Ancaman bagi Perguruan Tinggi Indonesia ini diikuti oleh 200 orang peserta dari berbagai perguruan tinggi swasta di wilayah Sumbar, Riau, Kepri, dan Jambi.

"Peserta Seminar Nasional ini dari berbagai pimpinan dan dosen perguruan tinggi swasta yang ada di wilayah provinsi Sumbar, Riau, Kepulauan Riau, dan Jambi sebanyak 200 peserta," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa APTISI Wilayah X-A Sumbar pada tahun 2019 ini akan menggelar lima kegiatan lagi. "Terutama untuk meningkatkan mutu perguruan tinggi terutama swasta di Wilayah X-A Sumbar," pungkas Herman. (cr29/Indra)

Informasi Akademik Terbaru

Sejarah

Visi dan Misi

Pimpinan

Fasilitas

Kerja Sama

Struktur Organisasi