Mahasiswa DKV UPI YPTK Adaptasi Mahakarya Gurindam 12 Jadi Buku Cerita Bergambar untuk Anak SD di Riau
PADANG — Karya sastra klasik Melayu kini hadir dengan wajah baru yang lebih modern dan ramah anak. Melalui pendekatan visual yang segar, Hanifa Khairunnisa’ Nasry, mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Putra Indonesia YPTK Padang asal Riau, berhasil merancang media edukasi karakter berbasis buku cerita bergambar (cergam) yang diadaptasi langsung dari mahakarya Gurindam 12 karya Raja Ali Haji.
Setelah merampungkan proses kreatif penyusunan dan perancangan karakter, Hanifa terjun langsung ke lapangan untuk melakukan uji validasi di sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Provinsi Riau. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur tingkat efektivitas media visual storytelling dalam menanamkan nilai-nilai moral dan karakter luhur kepada siswa sejak dini.
Inovasi Pelestarian Budaya dan Penguatan Karakter
Inovasi yang diusung oleh mahasiswa DKV UPI YPTK ini berfokus pada pemanfaatan kearifan lokal sebagai benteng moral anak-anak di tengah gempuran budaya digital. Gurindam 12 yang dikenal sarat akan nasihat agama, budi pekerti, dan tata krama, dikemas menjadi alur cerita visual yang menyenangkan tanpa kesan menggurui.
Beberapa poin utama dalam gerakan edukasi berbasis karya ini meliputi:
1. Metode Storytelling Efektif: Menyampaikan pesan-pesan moral melalui visualisasi karakter dan alur cerita interaktif yang mudah dipahami oleh anak usia sekolah dasar.
2. Adaptasi Lokal Ramah Anak: Memosisikan mahakarya Gurindam 12 agar lebih dekat dan relevan dengan generasi muda tanpa menghilangkan substansi kearifan lokal Melayu.
3. Respon Antusias Siswa: Proses uji validasi di SD menunjukkan antusiasme tinggi dari para siswa yang tertarik mengikuti petualangan karakter yang diangkat dalam buku cerita.
4. Pembentukan Fondasi Karakter: Menjadikan nilai-nilai luhur daerah sebagai pedoman pembentukan etika dan moral sejak dini.
"Pelestarian budaya terbaik adalah dengan membawanya langsung kepada generasi penerus lewat cara yang mereka sukai. Melalui media cerita bergambar ini, pesan moral dari Gurindam 12 dapat tersampaikan secara alami dan menyenangkan bagi anak-anak," ungkap Hanifa.
Apresiasi dan Dukungan Institusi
Langkah inovatif ini mendapat apresiasi positif dari lingkungan akademis UPI YPTK Padang. Pihak universitas terus mendorong mahasiswa untuk melahirkan karya-karya aplikatif yang tidak hanya unggul secara estetika dan teknologi, tetapi juga memberikan dampak sosial serta berkontribusi nyata dalam pelestarian budaya bangsa.
Karya ini menjadi bukti nyata bahwa keterampilan desain komunikasi visual dapat dipadukan secara harmonis dengan literasi sastra daerah untuk melahirkan sarana edukasi karakter yang berkualitas bagi dunia pendidikan dasar.
Tentang Program Studi DKV UPI YPTK Padang:
Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) UPI YPTK Padang berfokus pada pengembangan kreativitas, seni visual, media digital, dan komunikasi berbasis kebudayaan serta teknologi modern. Prodi DKV UPI YPTK terus melahirkan desainer-desainer muda yang inovatif, berdaya saing, dan berkontribusi aktif bagi masyarakat dan industri kreatif.